Burung Lovebird, atau burung cinta, merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok yang sangat populer di Indonesia. Selain daya tariknya yang terletak pada warna bulu yang cerah dan memanjakan mata, burung ini juga memiliki suara kekekan yang khas. Tidak heran jika banyak orang tertarik untuk memelihara sekaligus mengembangbiakkan (beternak) Lovebird.
Beternak Lovebird bisa menjadi hobi yang sangat menyenangkan, sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius. Bagi Anda yang masih pemula, proses ini mungkin terlihat rumit. Namun, dengan panduan yang tepat, kesabaran, dan ketelatenan, Anda bisa sukses mencetak anakan Lovebird yang sehat dan berkualitas. Berikut adalah langkah-langkah lengkap cara ternak burung Lovebird.
1. Pemilihan Indukan yang Berkualitas
Kunci utama kesuksesan beternak Lovebird terletak pada kualitas indukan. Indukan yang baik akan menghasilkan keturunan yang sehat dan memiliki warna atau suara yang bagus. Pastikan Anda memperhatikan kriteria berikut:
- Kesehatan Fisik: Pilih burung yang lincah, nafsu makannya baik, tidak cacat fisik, dan bulunya mulus (tidak kusam atau mengembang).
- Usia Ideal: Jangan mengawinkan Lovebird yang terlalu muda. Usia ideal untuk mulai diternakkan adalah sekitar 8 hingga 12 bulan. Pada usia ini, organ reproduksi burung sudah matang sempurna.
- Membedakan Jantan dan Betina: Betina memiliki bentuk tubuh yang lebih membulat dan panggul (supit urang) yang lebih lebar serta lentur saat diraba. Sementara itu, jantan cenderung lebih ramping dengan supit urang yang rapat dan keras.
2. Menyiapkan Kandang dan Sarang (Glodok)
- Kandang Ternak: Gunakan kandang kotak khusus ternak yang terbuat dari besi (kandang baterai) agar lebih awet dan mudah dibersihkan. Ukuran standarnya adalah sekitar 60 x 40 x 40 cm.
- Sarang (Glodok): Masukkan kotak sarang yang terbuat dari kayu ke dalam kandang. Glodok berfungsi sebagai tempat Lovebird bertelur dan mengerami telurnya.
- Bahan Sarang: Sediakan material pembuat sarang seperti serutan kayu, daun cemara kering, atau kulit jagung kering. Burung akan memungut bahan tersebut dan menyusunnya sendiri di dalam glodok.
3. Pemberian Pakan Bergizi Tinggi
- Pakan Utama: Campuran milet putih, milet merah, dan biji kenari (canary seed).
- Sayuran Segar: Kangkung dan jagung muda sangat disarankan secara rutin, terutama menjelang masa kawin, karena dapat meningkatkan birahi burung.
- Asupan Kalsium: Sediakan tulang sotong atau blok mineral. Kalsium vital untuk mencegah telur lembek atau egg binding.
4. Tahap Perjodohan
Lovebird cukup pemilih dalam mencari pasangan. Lakukan pendekatan bertahap untuk menghindari perkelahian.
- Metode Penempelan: Masukkan jantan dan betina di kandang berbeda, lalu tempelkan. Biarkan 3-7 hari.
- Tanda Berjodoh: Jika mereka sering berdekatan, tidur berdekatan, atau jantan melolohkan makanan ke betina, itu pertanda sudah cocok.
- Penyatuan: Setelah akur, satukan di kandang ternak (berisi glodok) pada sore/malam hari untuk meminimalisir stres.
5. Masa Bertelur dan Pengeraman
- Betina bertelur 1-2 minggu setelah kawin, rata-rata 3-6 butir telur per periode.
- Jaga ketenangan lingkungan; jauhkan dari predator (tikus, kucing) dan suara bising.
- Jangan sering membuka glodok; betina yang merasa terancam bisa membuang telur.
- Telur menetas setelah dierami sekitar 21-23 hari.
6. Perawatan Anakan (Piyik)
- Diasuh Indukan: Biarkan indukan meloloh; sediakan pakan melimpah (jagung manis, kangkung) agar indukan punya cadangan.
- Diloloh Tangan (Hand-feeding): Panen anakan usia 10-14 hari, pindahkan ke inkubator, loloh bubur khusus bayi burung tiap beberapa jam.
Beternak Lovebird memang membutuhkan komitmen waktu dan tenaga. Kunci utama: menjaga kebersihan kandang, konsistensi pemberian pakan, dan kesabaran. Jika Anda rutin mengawasi kesehatan mereka, Lovebird akan berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Tinggalkan Balasan